Cerita Porno 17 Tahun

Kami Mencari Orgasme (part 2)

Posted on: October 20, 2010

Dini

Ah, istriku cepat sekali beradaptasi. Mungkin lain waktu dia akan berjalan sendiri ketempat ini. Walau tersenyum sedikit kecut, aku sudah nggak setegang sore tadi. Yaa, ternyata aku benar-benar merasa santai. Aku nggak begitu dikejar-kejar khayalan sebagaimana sore tadi. Yang aku inginkan sekarang adalah bisa mendengarkan rekaman kasetku. Aku akan dengar desahan istriku, atau rintihannya saat pertama kontol gede Astro menembusi kemaluannya. Atau suara-suara mulutnya yang gelagapan dipenuhi kepala kontol si Astro dan Irfan.

Waahh.. si Irfan.. pantatnya seksi banget. Lain waktu aku akan mencoba ketemu sendiri di panti pijatnya. Seingatku aku baru sekali main sama orang China sewaktu mampir Singapore dari Tokyo. Bau bawang. Waktu itu aku makan di Bugis Street sendirian. Seorang pria duduk di seberang meja juga sendirian. Kami beradu pandang. Kami menyedot minuman kami. Kembali beradu pandang. Kami meraih botol coca cola. Ternyata meraihnya berbarengan. Sama-sama membuang sedotannya dan sama-sama menenggak langsung dari botolnya.

Adu pandang berikutnya sudah diiringi senyum masing-masing. Dan aku yang mulai,
‘Hai’.
‘Hai juga’, ah kamu orang Indonesia?!
‘Yaa, aku orang Semarang. Kamu?’.

Itulah pembukaannya. Kemudian dia menawarkan mampir ke kamar hotelnya, Peninsula. Aku disuruh memilih, di kamarku di Sheraton atau tetap kamarnya. Akhirnya kami bawa secangkingan coca cola dan makanan kecil untuk camilan. Malam itu aku membayar S$ 200.00 untuk kamar Sheraton yang nggak pernah aku tiduri. Selama 3 malam hingga pulang aku tidur bersama Norman, begitu namanya. Banyak hal baru yang kudapatkan dari dia.

Tiba-tiba aku dikejutkan suara ketokan pintu yang keras. Ternyata aku telah tertidur lelap. Uhh.. Sudah terang. Jamku menunjukkan angka 06.38 pagi. Aku ingat meninggalkan istriku bersama Irfan sekitar jam 4 tadi pagi. Berarti aku terlelap selama 2.5 jam. Tetapi apakah mungkin istriku terus berasyik masyuk dengan Irfan selama itu??

Aku buka pintu. Ternyata Irfan masih tidur seperti orang pingsan. Tentu saja kalau seperti yang nampak sekarang ini jauh dari kesan pemijat. Lihat saja, badan tegar berkulit kuning itu bertelanjang, mungkin bulat karena bagian pinggulnya dan sedikit ke bawah tertutup selimut sementara dada dan mulai dari tengah pahanya hingga ke jari-jari kakinya terbuka. Ingin rasanya aku menengok apa yang di bawah selimut itu, tetapi aku menahan diri, sungkan pada istriku.
‘Sudah berapa lama dia tidur’, tanyaku pelan,
‘Sekitar setengah jam’, jawab istriku.
Jadi mereka terjaga bersama sejak jam 4 pagi tadi, sejak aku meninggalkannya. Dua setengah jam berasyik masyuk. Bukan main. Aku kagum dengan energi istriku. 47 tahun lho?!
‘Papa turun tadi malam??’, aku mengangguk. ‘Nggak kalah pinter khan’.
‘Habisnya aku juga nggak bisa tidur. Aku ke karaoke saja sampai jam 6 tadi.’
‘Coba papa ketok pintu tadi malam, aku nungguin lho’. Demikian dialog pagi kami berlangsung.
‘Kalau begitu kita pesan nasi goreng ya. Kita makan sama-sama. OK?’
‘Bagaimana dengan dia? Pesenin saja ya, kalau sudah datang baru dibangunin.’, istriku ambil inisiatif, angkat telepon pesan nasi goreng ke room service.

Aku duduk di kursi yang tersedia yang kebetulan pas menghadap ke tidurnya si Irfan. Aku pengin banget lebih mengamati tubuh kuning yang telanjang itu. Tapi sekali lagi aku sungkan. Hanya sebentar-sebentar aku tergoda untuk kembali melirik-liriknya. Kuperhatikan, tangan kirinya tertarik ke atas menjadi bantalan kepalanya, sehingga ketiak kirinya yang mengahadap langsung ke depan mataku itu terbuka. Ada beberapa lembar bulu ketiaknya di situ. Tetapi.. Ah.. samar-samar kulihat ada bekas cupang di sana. Aku nggak mau berpikir terlalu jauh. Mataku langsung melirik kembali menjelajahi bagian lainnya. Ternyata begitu pula. Bercak-bercak kebiruan tersebar di leher dan dadanya. Bahkan terus turun ke perutnya dan nampaknya terus turun ke bagian yang tertutup selimut itu. Itu artinya, cupang-cupang itu merata di sekujur tubuhnya.

Bagaimana dengan bagian bawahnya? Pahanya, betisnya? Dari kursiku aku tidak bisa menangkap seluruhnya. Kemudian aku berdiri dengan pura-pura mengambil tasku. Ah, aku jadi ingat dengan tape recorderku. Kubuka sebentar tas itu untuk melihat tapeku. Habis sudah pitanya. Kumatikan. Off. Kemudian aku kembali melirik ke tubuh Irfan. Dari tempatku berdiri ini, aku dekat sekali dengan kaki Irfan. Duhh.. Ternyata cupang itu.. Ooohh, istrikuu.. kamu benar-benar perempuan haus yaa.. Betapa nikmatnya yang didapat Irfan selama dua setengah jam bersama istriku tadi malam. Pantas sekali kalau dia terlelap sekarang ini.

Saat melihat istriku membuat kopi, aku teringat hal yang semalam. Sperma Astro yang meleleh dari memek istriku. Mestinya pergumulan yang kedua dengan Irfan ini jauh lebih seru dong. Bayangkan dua setengah jam dan cupang yang bertebaran pada seluruh permukaan tubuh Irfan ini. Alangkah serunyaa.. Dengan penuh nafsu kuraih tangan istriku, kutarik dia ke kamarku.
‘Ayo ma, aku pengin nih, mumpung dia masih tidur’.
‘Ngapain sih pa? Sebentar lagi khan pesanan nasi gorengnya datang.’
‘Sebentar sajaa..’.
Akhirnya istriku kembali pasrah sebagaimana tadi malam.
‘Sebentaar saja’, sekali lagi aku ulangi dan kemudian seperti tadi malam aku mendorongnya ke ranjangku.
‘Pa, kali ini aku benar-benar capai lho’, aku masa bodoh saja.
Langsung saja kusibakkan handuk yang membungkus bokongnya dan persis seperti habis ngentot dengan Astro tadi malam, ternyata dia belum juga sempat pakai celana dalamnya. Jadi mungkin memang belum cebok membersihkan sperma di vaginanya. Aku semakin bersemangat.

Kemudian juga seperti tadi malam, aku langsung meneroboskan wajahku di antara pahanya. Kali ini nafsu birahiku nggak memberikan kesempatan untuk melihat-lihat lagi. Memeknya langsung kucium, kujilat dan kusedoti. Benar. Di lubang kemaluannya banyak sperma Irfan yang masih menumpuk. Lidahku bermain. Uuuhh.. Aku menikmati banget nihh.. Sedikit lain rasanya dengan sperma Astro. Kali ini ada asin, manis dan ada pahitnya. Tetapi wwuu.. kental banget.

‘Wwoo.. papa senang yaa.. sama sperma yang di vaginaku?! Papa senang.. itu Irfan punya pa..?!’.
Aku sempat heran juga dengan istriku. Rasanya dia tahu jenis kehausanku. Mungkin dia langsung dapat menebak bahwa aku yang suaminya ini juga memiliki ketertarikan pada sesama pria. Aku mengangguk sambil terus menyedot. Istriku rupanya cepat memahami, dan bahkan membantu aku agar ejakulasiku lekas datang. Dia raih kepalaku, dia remas-remas dan elusi rambutku,
‘Oohh.. paa..ennaakk. Teruss.. Paa..ppaa.. bersihkan memek mama dari sperma Irfan pa.. minum sperma Irfan paa..’, dia mendesah.

Aku meledak-ledak. Lidahku ngebor. Mengorek semua yang menumpuk dalam vaginanya, menarik ke mulut dan mengecapi sebentar sebelum menelannya. Dan akhirnya tenggorokkanku ikut menikmati aliran sperma Irfan itu. Mendengar desahan semacam itu, sambil terus menyedot sperma Irfan yang tersisa di kemaluan istriku dan aku menggosok-gosokan batang kontolku di betisnya. Dan kali ini kubiarkan spermaku muncrat di kakinya. Begitulah, mulutku berusaha menyedot sperma dari lubang vagina istriku, sementara kontolku sendiri membuang spermaku di betisnya.

Setelah spermaku muncrat, aku naik memeluk istriku yang langsung memelukku pula. Dielusnya kepalaku sebagai tanda cintanya padaku.
‘Puas pa..? Enak ya..?’.
Aku tahu maksud pertanyaannya. Kemudian aku nyungsep ke ketiaknya. Aku senang istriku tidak dingin dan acuh seperti tadi malam. Mungkin lagi-lagi kasihan padaku. Irfan ternyata sudah bangun. Dengan setia dia menunggu.
‘Pagi oom, tante..’, ucapnya. Istriku meneruskan membuat minuman. Nasi goreng itu belum juga datang. Aku hendak mengangkat telepon ketika terdengar ketukan di pintu. Ternyata hantaran nasi goreng itu.

Dan kami makan bersama. Irfan belum mandi. Pada kesempatan itu makin jelas kulihat, cupang bekas sedotan istriku yang terserak di seluruh tubuh Irfan. Yang tidak bisa aku lihat tentunya bagian-bagian yang tersembunyi, pada selangkangannya serta daerah pantat dan analnya. Aku yakin di daerah itu pasti akan jauh lebih seru adanya.
Sesekali istriku menyuapi Irfan. Bukan main. Apakah ini yang disebut loncatan peradaban. Atau pencerahan budaya.

Aku tidak cemburu. Justru itu akan memberikan inspirasi kenikmatan pada saat saya memeluk istriku yang kini nampaknya mengarah lebih dingin padaku sejak dia mengalami kenikmatan kontol-kontol gede milik Astro dan Irfan. Aku pikir biarlah, sepanjang aku juga bisa ikut menikmati keduanya, walaupun tidak secara langsung.

Dan yang lebih seru lagi, menjelang Irfan kembali ke tempat kerjanya, mereka berpagutan langsung di depan mataku. Tanpa ragu istriku mendesah sambil tangannya meremasi celana depan Irfan yang semakin menggunung. Sekali lagi, bukan main. Dan pelan-pelan aku ikut meremas punyaku sendiri.

Karena tidak ada lagi kegiatan yang ditunggu, kami check out lebih awal. Saat ini yang terpikir olehku adalah kapan dan di mana aku bisa mendengarkan rekaman-rekaman itu. Aku membayangkan pasti istriku mengeluarkan suara-suara desah, rintihan, suara kuluman atau jeritan kecil sepanjang rekaman itu. Dalam hal mendengarkannya, ini adalah seni tersendiri.

Mendengar berarti menyuburkan khayalan. Dimensi mendengarkan sangatlah fleksibel. Disana ada musik yang mengiringi setiap suara yang didengar, ada berbagai aroma yang merangsang hidung, ada rasa di lidah, ada rasa dipagut atau memagut, ada rasa nikmat mengiringi kepedihan, ada libido yang mendesak celana atau.. Mungkin aku perlu mencari ‘ear phone’ untuk dapat mendengarkannya dengan lebih santai.

Yang agak susah adalah mencari waktu dan tempat. Rasanya tidak pantas kalau aku harus berjalan-jalan atau pergi ke suatu tempat khusus untuk itu. Pada minggu berikutnya, 10 hari sesudah peristiwa yang direkam itu, kesempatan itu baru datang. Saat istriku pamit mau mengunjungi saudaranya di daerah Lenteng Agung yang sudah lama tidak dijumpainya, aku segera naik ke tempat tidur. Dengan bersender bantal guling, bercelana kolor untuk memudahkan tanganku mengutak-utik kontolku, aku memasang ear phone di telinga dan kutekan tombol ‘play’.

Menit-menit pertama yang terdengar adalah suara tas kecilku yang kutaruh di ‘dressing table’ yang letaknya persis di depan ranjang. Kemudian beberapa detik terdengar suaraku saat mau meninggalkan istriku bersama Astro.. Kemudian suara ‘klek’. Aku ingat, itu adalah suara pintu saat aku menutupnya untuk pergi ke bawah, ke coffee shop.
Beberapa detik berlalu.., kemudian sepertinya ada sesuatu yang ditaruh ke meja atau kursi??
‘Selamat malam tantee..’, Suara itu mirip pula dengan suara Andre Hehanusa.
‘Acchh kamu.., tadi khan udah kamu ucapkan saat kamu memperkenalkan diri’.
‘Lain khan tante. Tadi khan ada oomnya, nggak bebas’..
‘Memangnya sekarang bebas..?’,
‘Iyaa dong, lagian sambil ngeliatin tante yang cantik khan lebih sreg gitu lhoo..!’
‘Ah gombal.. Lelaki biar muda selalu saja senang gombal, ya khan Astroo..’.

Itulah rentetan dialog pembukaan yang terjadi sesaat aku meninggalkan kamar. Rupanya si Astro ini pinter sekali menciptakan suasana. Selanjutnya yang terdengar adalah komunikasi dialog yang akrab. Terasa dari dialog di atas, istriku nampak menimpali omongannya dengan senang. Nampak intonasi suaranya yang segar dan spontan. Aku tahu benar, suaranya itu adalah suara yang jujur, tulus. Aku khan setiap hari mendengarnya.

“Ayoo, tante kita mulai’.
‘Mulai apa?’
‘Lho katanya tante minta dipijat. Si oom lho yang bilang’.
‘Ooo yaa.., apa lagi kata oom?’,
‘Ya supaya saya sabar dan halus melayani tante. Tante pasti dari Menado ya?!
‘Enak saja mindah-mindah asal-usul orang’.
‘Kalau bukan dari mana?’.
Tak ada jawaban..
‘Astro, bagaimana kamu mulai pijiti aku? Di mana?’.
‘Tante ganti pakai sarung dulu, supaya lebih leluasa. Bernafasnya juga lega’.
‘Khan aku nggak bawa sarung..’, nggak ada bunyi.. ada sura kaki melangkah, kemudian bunyi pintu dibuka.. ‘Bagaimana kalau pakai handuk kamar mandi yang lebar ini?’.
‘Bolehh, bagus..’.

Beberapa waktu kemudian yang terdengar hanyalah langkah-langkah kaki, suara pintu kamar mandi dibuka kemudian di tutup, suara kursi yang ditarik, ada kletak-kletek, mungkin Astro atau istriku menaruh sesuatu di dressing table itu. Kemudian beberapa omongan yang tidak begitu jelas selama mempersiapkan memijat.

Terdengar suara bantal di tepuk-tepuk. Kemudian,
‘Haacchh.. nyamaann..’, itu suara istriku yang disertai suara rebahnya tubuh di kasur.
‘Tante tengkurap dulu. Biar aku pijat kakinya’.
‘OK.., kamu jadi komandan, aku ngikut bos’..
Tak terdengar apa-apa.. kecuali ada dentingan kecil, mungkin botol baby oil (saat aku menjemput aku lihat Astro bawa baby oil) dengan piring kecil. Lama.. Blap, sepertinya kain yang ditepiskan.. sepi.. (bagian ini lama banget sepinya, hampir 2 menit)..
‘Kaki tante mulus sekali yaa..’ (tentu suara Astro)
‘Aacchh.. sakitt bangett.. Diapain ssihh..’(suara istriku).
‘Maaff tante.. Inii ada urat yang salah nihh..’
‘Kamu bisa mijit benar nggak sihh..’ (nada istriku tinggi tetapi dalam tekanan manja).
‘Ha ha ha, tantee.. Masa iya nggak bisa sihh..’(Astro)..
(sekitar 1 menit sepi)..

‘Ahh mulus banget betis tante nihh..’ (Astro)
‘..gomball..’(istriku)..
kemudian aku mulai tegang saat..
‘eehh.. Uuuhh.. gelii aacchh.. sshh.. ‘ (itu suara istriku yang sepertinya menggelinjang kegelian, kalau lihat waktunya, mestinya pijatan Astro yang bermula dari kaki betisnya, kini sudah naik. Setidak-tidaknya masuk ke lipatan dengkulnya atau lebih lagi.. ke awal pahanya..)..
‘Astroo aduhh..Asstroo.. ‘(suara istriku makin terdengar erotis)..
‘Enakk tantee.., hheehh.. yaa.. aachh.. enak sekalii.. ‘ (Astro, yang langsung disambung suara istriku)..

Menarik juga hal yang terakhir ini.. aku me-rewind.. kudengarkan kembali.. yaa.. dia mulai mengeluarkan desah.. dan rasanya suara Astro juga mulai berubah.., aku re-wind lagi.. bagian ini..sudah terdengar erotis.. aku rewind lagi.. Rewind lagi.. aku yakin.. mereka sudah memasuki tahap pemanasan..

Stop. Agak melelahkan juga, aku stop dulu. Aku pikir perlu juga menulis nomer-nomer, kapan ada moment-moment erotis untuk dicatat. Aku berhenti,.. Aku perlu mengambil buku catatan dan pensil. Waktu masih panjang.. Paling istriku pulangnya sore, karena jam-jam begini macetnya.. Kucatat nomer terakhir.. dan aku ulang kembali suara itu..

Dengan cara ini akhirnya dua rekaman selama total 4 jam selesai sore itu aku dengarkan dan aku catat hal-hal yang penting. Dengan mendengarkan rekaman itu aku jadi tahu persis apa yang istriku lakukan bersama Astro selama 1 jam lebih dan bersama Irfan selama 2,5 jam di hotel PP itu. Dan bagi aku hal ini penting untuk mengetahui lebih jauh mengenai dorongan libido istriku.

Aku baru tahu bahwa kenyataannya istriku adalah seorang perempuan yang menyimpan obsesi seksual yang menyala-nyala. Rasanya aku jadi semakin nggak mungkin memenuhi kepuasannya. Selama ini kalau dia menunjukkan seakan-akan puas, itu semata-mata karena cintanya padaku dan ingin membuatku tidak kecewa. Hal ini terungkap dalam rekaman saat dia bercerita mengenaiku, suaminya.

Aku jadi maklum. Tetapi juga sekaligus kasihan pada istriku yang tidak mudah mendapatkan kepuasannya. Aku tidak menyalahkan siap-siapa, rasanya itu memang wajar dan alamiah untuknya. Dan kupikir aku memang harus membantunya. Perkawinan kami yang telah lebih dari 25 tahun ini nggak akan mungkin demikian saja retak karena perbedaan alamiah yang masing-masing kami miliki. Dan aku akan selalu membantunya. Yang penting kami akan tetap menjaga agar kenyataan itu hanyalah menjadi rahasia kami saja.

Yang akan kulakukan sekarang adalah membagi pengalaman, dengan maksud apabila anda semua menghadapi masalah yang semacam itu tidak perlu berkecil hati. Carilah segi-segi positif dan nikmatnya.., dan aku sudah bisa mendapatkan segi-segi tersebut. Lebih baik aku sampaikan saja catatan menit-menit yang penting dari 2 rekaman itu,

Rekaman pertama, istriku bersama Astro, pada menit ke-4, setelah aku menekan tombol REC pada recorderku,

‘Astro, bagaimana kalau kamu mulai memijitku? Di mana?’..
‘Tante ganti pakai sarung dulu, supaya lebih leluasa. Bernafasnya juga lega’.
‘Khan aku nggak bawa sarung..’,..(nggak ada suara.. terdengar kaki melangkah, kemudian bunyi pintu dibuka).. Bagaimana kalau pakai handuk kamar mandi yang lebar ini?’.
‘Bolehh, bagus..’.
Catatan: disini aku langsung berimajinasi, bagaimana istriku yang walaupun telah cukup umur tapi masih sangat seksi, tampil di depan Astro hanya dengan handuk yang menutupi tubuhnya. Pasti Astro menikmati pemandangan bahunya yang putih mulus itu, sedikit pahanya dan seluruhh betisnya yang sehat dan kencang.

Menit ke-7,

‘Tante tengkurap dulu. Biar aku pijat kakinya’.
‘OK.., kamu jadi komandan, aku ngikut bos’.. (tak terdengar apa-apa.. kecuali ada dentingan kecil, mungkin botol baby oil, saat aku menjemput aku lihat Astro bawa baby oil dengan piring kecil. Lama..) Blap.., (sepertinya kain yang ditepiskan.. sepi..bagian ini lama banget sepinya, hampir 2 menit)..
‘Kaki tante mulus sekali yaa..(tentu suara Astro)
‘Aacchh.. sakitt bangett.. Diapain ssihh..’ (suara istriku).
‘Maaff tante.. Inii ada urat yang salah nihh..’
‘Kamu bisa mijit benar nggak sihh..’ (nada istriku tinggi tetapi dalam tekanan manja).
‘Ha ha ha, tantee.. Masa iya nggak bisa sihh..’ (Astro)..
(sekitar 1 menit sepi)

‘Ahh mulus banget nihh.. ‘ (Astro)
‘..gomball..’ (istriku)..,
kemudian aku mulai tegang saat;
‘.. eehh.. Uuuhh.. gelii aacchh.. sshh..’ (itu suara istriku yang sepertinya menggelinjang kegelian, kalau lihat waktunya, mestinya pijatan Astro yang bermula dari kaki betisnya, kini sudah naik. Setidak-tidaknya masuk ke lipatan dengkulnya atau lebih lagi.. ke awal pahanya..)
‘..Astroo aduhh..Asstroo..’ (suara istriku makin terdengar erotis)
‘.. Enakk tantee.., hheehh.. yaa.. aachh.. enak sekalii..’ (Astro, yang langsung disambung suara istriku) Catatan: sejak awal pasti Astro bukan memijit sehat tetapi pijit erotis, atau mungkin.. ah nggak tahu aku..

Menit ke-14,
‘..’ (Suara bisikkan.. Hampir nggak terdengar)..
‘Handuknya di lepas saja yaahh..’,
‘..hhee eehh.. terseracchh..’
Catatan: rasanya Astro sendiri sudah ngaceng, yang satu menyerang halus yang lain pasrah menikmati..

Menit ke-16,
‘..oohh.. Astroo. Yaa.. Enak sekali disituu.. Ooohh.. Yaa, dikit lagii.. Uuhh..’ (ada bunyi sepertinya kain yang dilempar kelantai, kemudian sunyi..)..
Catatan: aku bayangkan tangan-tangan Astro sudah mengelus pijat di pangkal paha istriku..

Menit ke-20,
‘..clup..clup..clupp’ (sepertinya suara bibir yang terlepas-lepas saat seseorang menyedot sesuatu)..
‘Oohh Astroo, kamu pinter bangett..aacchh.. aa..aak..kku nggak nahan nihh..’
Catatan: kedengarannya Astro nggak bisa menahan diri dan langsung menundukkan kepalanya mengecupi bagian peka istriku..

Menit ke-22,
‘Kamu buka juga dong.. aku pengin megang khan.., bolleehh..?’ (istriku dan Astro. Keduanya berbisik-bisik.. Terdengar suara resluitng ditarik.. Kemudian lagi-lagi terdengar sesuatu dilempar kelantai..)
‘Uuuhh.. gede banget yyaa.. Gede bangett.. panjang bangett..’ (rekaman itu mendesis jernih)..
‘Ini belum berdiri yaa.. Koq belum berdiri sihh.. tante nggak menarik yaa..’
‘Nggak gitu tante.., sebentar lagi jugaa.. tuh.. tuhh.. wwuu kerasnyaa.. Udah tante.. N’tarr.. Pijitnya di selesaiin dulu..’
Catatan: jj.. jjelas banget yy.. yyaa..

Menit ke-27,
‘.. pelan-pelan tantee..,..hhuulpp, hhullp.. Ah, ah, ah, aahh, aahh, ah, ah.. Hoohh, hhullpp, clupp, clupp.. ah, ah, ah, aacchh..’ (nggak terdengar ada omongan)
‘.. Manaa.. Tante pengin pegang lagii.. Uhh mengkilat sekali kepalanya.. Ini apaan ya.. kaya jamur yaa.. Ha hi hi seperti helm Nazi.. Koq ototnya gede-gede banget sihh.. Ngelingker-lingker.. Jadi pengin sun nihh.. boleh sun yaacchh.. Hhhllpp mm.. hlp hlp hlp..’,
‘Ooohh.. tantee.. enak bangett..’
Catatan: terus terang di bagian ini aku stop dulu.. Aku nggak tahan ngebayangin ulah istriku.. Walaupun aku nggak cemburu.. Tetapi perlakuan macam itu.. Tingkah istriku macam itu.. nggak pernah dia lakukan padaku selama ini..
Aku keluar ruangan.. Tiba-tiba saja aku kegerahan.. aku duduk di beranda depan cari angin..

Menit ke-28,
‘.. Teruss tantee.. Enak bangett bibir tante di kontol Astroo.. Slurrp..slurrpp.. slurrpp.. slurrpp.. ah, ahh, aahh, ah, slurp..sluurrpp.. bijinya tantee.. Oohh.. Bijinya lagii.. lagii.. teruss.. Haahh, haahh, hhaahh.. sini nihh tantee.. yaahh..’
Catatan: ahh.. rekamannya bening banget.. aku nggak tahan membayangkan istriku yang saat itu sedang melumat kontol Astro..

Menit ke-35,
‘udah duluu tante nanti aku keluarr.. Jangan buru-buru..’ (agak berbisik, kedengarannya istriku diangkat bangun oleh Astro)
‘..ohh Astroo.. tante belum pernah bbeginii.. Tante baru sekali ini gemetarr.. Karena melihat inimu..yang besar sekali.. oohh tantee nggak tahan deh..,’
‘.. emangnya punya oom kecil tante..?,’
‘hhee hh, paling setengahnyaa.. Ini sihh hebat bangett.. tante jadi merindingg..nih lihat.. bulu tante berdiri.. hulpp.. hulpp.. hulpp mmhh.. Mmhh..mmllpp..’ (jelas sekali bunyi saling melumat)
‘.. Astroo.. tante bahagiaa bangett.. ketemu kamu.. mmllpp..mmllp..’
Catatan: selama 7 menit istriku melumati kontolnya.. Astro merasakan mau muncrat.. omongan mengenai keadaanku koq membuat birahiku malah semakin bangkit.. aneh yaa..

Menit ke-36,
‘.. Tantee.. aku suka sekali tante.. Aku suka wanita seumur tante.. Slurp.. hllp.. hllpp.. uuhh tetek tantee masih kencengg yaa.. hhllpp.. Ohh..oh, oh, uh, uh, aazzhh.. Asszztrr..aazzttrooOO..’
‘kamu enak bangett..’
Catatan: sesudah istriku melepas lumatannya pada kontol Astro.. mereka berpagutan menyusul ciuman Astro turun ke dada istriku. Dan istriku mendesah-desah keenakkan.

Menit ke-39,
‘.. Ah, ah, ah ah ah.. ahzz ahzz ahzz.. Astroo..Azzttrr.. enak bangett teruzzhh..’
Catatan:..hasil rekamannya ini jernih benar..

Menit ke-42,..(41 menit sejak kutinggalkan mereka berdua di kamar itu)..
‘ah ah ah ah, aacchh.. Ampunn akuu.. aku ampuunn.. azzttrr.. Ampuni akuu.. azzttrr.. Ampunn..’
Catatan: suara istriku melengking tinggi.. Terbayang wajah istriku yang menyeringai menahan nikmat..

Menit ke-44,
(terdengar bantingan atau tendangan kaki kaki.. Ada suara benda beradu.. bllk, bllk.. rasanya kaki-kaki yang menendang. Mungkin kaki istriku yang menggelinjang menahan kenimatan)
‘.. Ammpuunn AZZTRR..oozzhh hheemm..’
Catatan: mungkin Astro menjilati perut istriku.. kemudian turun ke kemaluannya.. suara istriku macam itu pasti disebabkan dia dalam nafsu birahi yang sangat luar biasa..

Menit ke-45,
‘..aku nggak tahan Astroo.. Masukinn yaa.. kamu jangan menyiksa tantee.. Aazztroo.. tulungin tantee.. Tante haus bangett..’
Catatan: terus terang aku nggak tahan mendengar cuplikan ini, perasaanku campur aduk.. kembali aku stop dulu.. Aku ke beranda untuk cari angin..

Menit ke-50,
‘plak plak plak plak (sepertinya istriku menampari tubuh Astro).. Udah udah udah udah.. kamu gila banget sihh.. Udah udah hah hach hach hach..’
Catatan: pasti sprei, bantal dan selimut di ranjang berantakan oleh gelinjang birahi istriku ini..

Menit ke-51,
‘Hhuuaacchh..’ (suara Astro seperti kerbau melenguh)
‘.. hhuullmm hhllpp.. Hhllpp.. eecchh eecchh eech.. oohh.. enakk sekalii.. kamuu nakall banget siihh.. Akkuu saayyang kamuu yaahh..hhllpp hllpp.. oohh.. enak bangett sihh.. Mana kontolmu sayangg.. Aku pengin kamu perkosaa yaahh..pakai kontol gedemuu yaa sayangg.. Sssinii.. Sinii.. uuhh.. uh uh uh aahh aahh aahh ach achach yaacchh yach yach.. uhh sempit bangett..AKH.. sakkiitt uh saakkiitt nihh.. uh uh uh Astroo.. gede banget sihh.. nggak muat nihh.. ayyoo..ayoo dorongg..’
‘Tantee.. nonok tante sempit bangett uhh enaknyaa.. sempit nihh..uuhh..’
‘Kamu ludahin dulu dikitzz.. yyaa.. yy.. yy.. uaahh..yyaahh..’
Catatan: istriku nampak histeris sekali, benar-benar detik-detik penetrasi yang sangat menggetarkan.. aku cemburu banget ama si Astro.. tapi kontolku ngaceng. Aku membayangkan wajah istriku yang menyeringai menerima tusukan-tusukan awal kontol yang sangat gede milik Astro itu..

Menit ke-54,
‘Yaahh.. Pelan dikitzz.. Pelann.. Ayyoo.. ayoo ayo ayoo Azzttrr.. dorongg goyang.. Tarikk.. ayoo cepetan dikit.. plak plak plak plak’ (itu pasti tamparan istriku lagi yang marah karena kayaknya Astro sengaja memainkan ujung kontolnya di mulut vagina istriku hingga dia kelabakan setengah mati)..
‘Kamu nyiksa banget ssiihh..jangan gituu dongg.. Aayyoo..AAzztrr.. Aayyoo..’
Catatan: memang kurang ajar banget si Astro ini. Dia sangat berpengalaman mempermainkan perempuan. Dengarkan saja tadi itu..

Menit ke-58,
‘Hah hah hah hah.. Hech hech hech hech hah hech hah hech hah hech hah..flok flok flok flok slp slp slp slp..uh uh uh uh.. hech hech hech hech..flok flok flok.. Slp slp slp..’
Catatan: lucu ya, kalau hanya dengar suara saja.. Seperti orkes kodok sama angin di rerumputan.. Bersahut-sahutan..

Menit ke-64,
(masih berlanjut sama..)
‘.. Ah ah ah ah..uh uh uh uh.. oocchh Astroo aa kk kkuu aakku.. Mauu kk kke lluuarr Assttrroo.. Aakkuu barruu pertaammaa merasakan seperti ini.. Seperti mauu kencingg..uuhh nggak tahan niihh nikmaatt bangett’
Catatan: nah.. Ini yang ditunggu.. Istriku di ambang orgasme..

Menit ke-66,
‘..heh heh heh hah hah hah.. Dduu duu ddu..hech hech hech hech.. slup slup slup slep slep slep slep slup slup slup slup slep slep slep, heh heh heh heh slup slup slup..Astroo..’
‘AArrcchh.. UUcchh..Uuucchh.. Aaacchhzz.. Ttaannttee.. ‘
Catatan: mereka sama-sama di puncak birahinya.. genjotan, isapan, cengkeraman, sedotan tercampur aduk.. didesak-desak birahinya yang tak lagi terkendali.. inilah puncak itu..coba saja dengar berulang-ulang..

Menit ke-71,
‘hhaahh..hheehh..’
Catatan: mungkin saling menarik nafas panjang sesudah pergulatan yang panjang.. sambil sama-sama telentang di ranjang..

Menit ke-75,
‘clep.. hhllpp.. Ccllpp.. Hhoohh.. aku sudah lamaa sekali nggak ngrasain macam ini Astroo.. Ternyata kamu bisa memberikan kenikmatanku lagii.. sudah lama banget aku menunggu macam begini..’
‘Khan ada suami tante..’
‘Ah dia hanya dulu banget.. Saya ingatnya cuma dua kali.. Dulu baru-baru kawin.. udah itu nggak pernah lagi.. hhoohh.. Itu kamu koq masih bgaceng siihh.. kenapa?’
‘.. iyaa tante.. kebiasaan nih, kalau belum diisepin nggak mau nunduk dia.. benar yaa.. tante isepin yaa..’
‘sini sayangg .. gedenyaa.. uhh kepalanyaa kaya helm Nazi banget niihh.. hhuullmm hhuullmm hhulm.. slurrpp slurrpp.. slurrpp..’
‘Enak tantee teruss tseruuss.. ohh enakk..’
Catatan: kembali mereka saling mencium.. menceritakan keadaanku.. ahh.. pakai bonus lagi..istriku memberikan bonus dengan mengisep-isep kontol Astro..

Menit ke-80,
‘..yah gitu tante.. bijinya.. nih nih sinii nihh..yyaahh.. tan.. Tan.. tan..ttee.. aku mau kkeluarr.. Teruss tanttee.. keluarr.. Ooocchh.. minumm minumm yaa telenn nihh telenn tantee.. semuaa.. Telenn teruss..’
Catatan: tentunya istriku cukup gelagapan menerima tumpahan itu..

Menit ke-85,
‘maafin tadi tante.. aku nggak bisa nahanin.. sakit yaa..’
‘nggaak.. nggaak pa pa kok.. aku juga menikmati banget koq..’
Catatan: lelaki sama saja.. siap bikin salah dan siap minta maaf..

Menit ke-86,
‘.. hallo paak.. sudah pak, bapak naik deh, ini Astro mau balik.. yaa..’
Catatan: itu telpon untukku..

Demikianlah cuplikan rekaman istriku bersama Astro. Rekaman aslinya aku simpan rapat-rapat. Pada labelnya kutulisi ‘Reportase Pasar Induk, soal biaya angkutan’, sesuai dengan profesiku selaku konsultan pemasaran dari PT RR, yang banyak berhubungan dengan aspek pasar untuk produknya. Kemudian kuberi no kode: xxPP-01. Tulisan di label itu kuperhitungkan tidak akan menarik keingintahuan orang, dan nomer kodenya ada buntut PP-01, untuk mengingatkanku bahwa itu adalah rekaman ke 1 di hotel PP. Kemudian kusimpan dalam rak pekerjaanku campur dengan rekaman lain yang benar-benar hasil kegiatan profesiku. Beres. Sesekali aku akan mendengarkan ulang. Nikmat mendengarkan detik-detik erotik itu untuk membangkitkan libidoku.

*****

Rekaman kedua, istriku bersama Irfan, pada catatan menit ke menit rekaman ini hanya aku ambil yang jelas-jelas beda dari rekaman yang pertama, agar tidak membosankan, dan yang aku ambil dibawah ini sangat menarik, si Irfan ini memiliki khayalan seks yang beda. Sebagai pekerja panti pijat dia memiliki keberanian untuk menampilkan khayalannya. Dan pintarnya dia bisa mengajak istriku untuk masuk ke dalam khayalnya..

Menit ke-3, setelah aku menekan tombol REC,
‘..ss.. Gimana irfan.. aku dimana pijatnya..?’
‘sorry tantee aku nggak bisa mijat nihh..’
‘lhoo.. Khan dari panti pijat.. Masa nggak bisa pijat sihh..’
‘kalau mijat aku cuma mijat yang masih gadis-gadis saja tante.. kalau tante tante biasanya saya yang dipijat.. gimana.. ya..?’
‘Gimana.. janjinya dari panti pijat khan mau pijatin aku..’
‘Yaa.. gimana kalau tante pijitin aku dulu.. nih pijit aku nihh.. nihh..’
‘Ooouuhh.. Gede bangett uuhh.. panjangnyaa..’
‘Tante sun yaa.. uuhh..’
‘Sinii.. tante pengin bangett Irfaann.. sinii.. kau yang sinii..’
‘Sini Yem.. Paryem.. Sini pijit akuu..’
‘lho koq Yem sii hh..’
‘kamu itu pelayanku.. Kamu musti pijitin aku..’
‘Ah kamu gimana sih.. Koq kasar gitu..’
‘Uuhh gedenyaa.. Aku sun yaa.. eei eei eeii.. Tunggu dulu.. kamu mau apa..’
‘Kamu gimana sih Irfan.. kamu mau cium ini ya..’
‘Yaa pengin bangett..’
‘Kamu panggil apa sama aku tadi.. Irfan..’
‘Kamu cium ini nggak..’
‘Mauu..’
‘Kalo begitu panggil dulu tuan Irfan gitu..
‘Ayoo .. tuan Irfan.. Ooohh’
‘aahh ada ada saja sihh..’
‘Kan kamu aku bayar nanti..’
‘Ya mau nggak kalau nggak mau.. aku pijat tante saja terus balik..’
‘Mauu tt.. ttuu.. ttuuann Irfann.. Apa.. Tuan Irfan..’
‘Sekali lagi..’
‘Yaa tuan Irfann.. aku mau.. eii eii eii’
‘kamu bilang Yem mau cium kontol tuan Irfan gitu..’
‘Au uhh uhh aa..’
‘Yy .. yem mau ciumin kontol tuan Irfan.. ‘
‘sini.. jilati dulu yaa.. Biar aku nafsu.. Soalnya kamu udah peyot.. khan aku susah ngacengnya..’
‘Jangan begituu tuan Irfan..’
‘Ayoo jangan ngomong ajahh..’
‘Uuuhh.. aacchh gede bangett..’
‘Huuhh.. Llpp.. hhllpp.. hhllp.. uh enak yemm lidahmu enak bangett yemm.. terus yemm..’
‘Tuan mau terus yaa..’
‘Yaa yemm jilatin sininyaa.. Nihh..nihh ya turun lagii.. Ayyoo yemm..’
Catatan: ternyata si Irfan ini jenis pengkhayal seks.. Istriku dipandangnya budaknya yang mau jilatin kontolnya.. Huh.. dan istriku demikian cepat mengikuti khayalannya.. dia menyerah.. Rupanya khayalan kenikmatan diperbudak akhirnya hadir pada istriku.. Menarik.. ini pasti membuat banyak pengalaman erotik bagi istriku..

Menit ke-8,
‘oohh tuan Irfann.. Yem puas banget dengan kontol tuan inii.. Baunyaa sedapp tuaann.. aku boleh jilati selangkanganmu ya tuan irfann.. hheehh.. oohh..oohh oohh ohh oohh.. Hhuuhh hhuuhh hhuuhh..’
Catatan: benar-benar telah memasuki dunia khayal Irfan.. dia sudah menjadi budaknya.. Bahkan namanya adalah Yem itu..

Menit ke-15,
‘kamu yang kerja.. Bukan aku Yemm.. kamu khan budakku.. pelayankuu.. Sini naikk.. kamu masukkan sendiri kontolku ke anunya kamu.. Yemm..’
‘ Yaa tuan Irfann.. Yem mauu .. biar Yem yang bekerjaa yaa.. tuan Irfan tiduran saja.. Hhheehh cepatt..’

Catatan: rupanya istriku sudah kepingin kontol Irfan menembus memeknya, dia minta Irfan untuk memasukkan kontolnya ke lubang kemaluannya.. tuan Irfan menyuruh budaknya menaiki dia. Yem patuh.. Dia diatas tubuh Irfan, kontol Irfan dia masukkan ke memeknya sendiri..

Dengan posisi istriku yang menunggagi Irfan, mereka saling genjot-genjotan selama 5 menit, kemudian mengubah posisi dengan secara bersama-sama rebah ke samping tanpa melepas kontol dari lubang kemaluannya untuk kemudian meneruskan genjotannya selama 4 menitan hingga istriku meraih orgasmenya.. langsung keluar di memek istriku.. ini banyak sekali.. Rasanya seperti ber-liter-liter.. Ini pertama kalinya memek istriku diisi sperma lelaki lain..
Menit-menit berikutnya sesudah persetubuhan yang pertama rekaman menangkap aktifitas mereka, istirahat, mengambil minuman dari lemari es, ngobrol erotis, sesekali berkecupan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 89 other followers

Selamat datang di ceritaporno17tahun.wordpress.com...
Situs yang jelas - jelas mengandung pornografi untuk anak di bawah umur 17+. Situs ini berisi cerita - cerita porno dari ribuan penulis berkualitas yang diposting secara profesional.

Blog Stats

  • 4,940,395 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 89 other followers

%d bloggers like this: