Cerita Porno 17 Tahun

Malu Malu Mau

Posted on: Februari 1, 2016

Saat itu aku sudah bekerja di sebuah LSM di kota Cibubur. Disinilah cerita panas yang pernah aku alami kami di mulai. Suatu saat kantor kami menerima beberapa teman dari sebuah univeritas islam negeri yang cukup ternama untuk magang. Saat itu aku diminta untuk memberikan materi magang. Ketika sedang memberikan materi aku melihat salah satu mahasiswi selalu tersenyum kepadaku. Tidak lama kemudia kamipun berkenalan. Namanya Frida, dia mahasiswi tingkat 4, orangnya cukup manis meski tidak begitu tinggi dan juga bekerja di sebuah LSM anak Singkat cerita aku mengajaknya untuk terlibat beberapa proyek di kantor kami. Akhirnya, selain dia terlibat dalam magang, Frida juga terlibat di beberapa proyek yang sedang aku kerjakan. Kedekatan kami waktu cukup intim bahkan kami sempat saling mencuri pandang beberapa kali dan berkirim SMS. Pekerjaan yang selalu membuat kami dekat saat itu adalah pada saat hendak melakukan pemantauan untuk pemilihan presiden secara langsung yang pertama kali. Saat itu aku sering mengantarnya ke tempat kos, karena pekerjaan tersebut menyita waktu hingga malam hari. 
Berita Sex Malu malu mau
Pada suatu malam, saat itu kami hanya berdua di kantor menyelesaikan beberapa persiapan untuk penyelenggaraan simulasi pemilu. Aku berkata dah malam nih, mau makan malam dulu nggak?” ”Mau mas” katanya. ”Kita beli sate yuk, kamu tunggu sini, nanti aku pesankan yaa” lanjutku lagi ”Baik mas” katanya. Saat itu aku bergegas pergi untuk membeli sate yang letaknya tidak jauh dari kantor. Dan saat kembali ke kantor, aku mencarinya karena kantor tidak terkunci dan kulihat di ruang rapat tidak ada siapapun. Aku pun menyiapkan piring dan minuman untuk kami berdua. ”Mas Farid sudah pulang toh” dia tiba-tiba keluar dari kamar mandi. ”Iya nih, makan yuk” lanjutku. Saat itu, untuk pertama kalinya aku menatapnya lembut dan saat itu aku merasa bahwa aku ingin menikmati tubuhnya. Aku pun langsung memegang tangannya , aku pengen menikmati tubuhmu” kataku. ”Jangan mas” dia menolakku. Saat itu yang terpikir olehku adalah bagaimana menikmati tubuhnya, aku pun segera mendekap tubuhnya. ”Sudah kamu jangan melawan fa, nikmati aja” kataku. ”Jangan mas” katanya memohon padaku. Saat itu aku sudah tidak peduli dengan permohonannya. Aku langsung memegang kedua lengan bagian atas Frida dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju terusan yang dikenakannya. Badan Frida hanya bisa menggeliat-geliat. “Jangan…, jangan lakukan itu!,  Akan tetapi Aku tetap melanjutkan aksiku. Sebentar saja baju bagian depan Frida telah terbuka, sehingga kelihatan teteknya yang kecil mungil ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Perutnya yang rata terlihat sangat mulus dan merangsang. Tangan kananku bergerak ke belakang badan Frida dan membuka pengait BH Frida. 

Berita Sex Malu malu mau

Kemudian Aku menarik ke atas BH Frida hingga sekarang terpampang kedua tetek Frida yang kecil mungil sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda. Teteknya naik turun dengan cepat karena nafas Frida yang tidak teratur. “Ohh…, ooohh…, jangan…, ”. Aku mulai mencium belakang telinga Frida , lidahku bermain-main di dalam kuping Frida. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan Frida menggeliat-geliat dan tak terasa Frida mulai terangsang juga oleh permainanku ini. Aku sengaja tidak melepas jilbabnya, karena aku ingin melihatnya telanjang dengan jilbab yang masih terpakai di kepalanya Mulutku berpindah melumat bibirnya dengan ganas, badan Frida yang tadinya tegang mulai agak melemas. Kepala Frida tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arahku. Teteknya yang kecil mungil tapi bulat kencang itu, seakan-akan menantangku. Aku langsung bereaksi, tangan kananku memegangi bagian bawah tetek Frida, mulutnya kuciumi dan kuhiisap-hisap kedua putingnya secara bergantian. Mulanya tetek Frida yang sebelah kanan menjadi sasaran mulutku. Tetek Frida yang kecil mungil itu hampir masuk semuanya ke dalam mulutku. Aku mulai menghisap-hisapnya dengan lahap. Terasa sesak napas Frida menerima permainanku yang lihai itu. Badan Frida terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan, “Sssshh…, ssssshh…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, . Mulutku terus berpindah-pindah dari tetek yang kiri, ke yang kanan, menghisap dan mejilat kedua puting tetek Frida secara bergantian selama kurang lebih lima menit. Badannya benar-benar telah lemas menerima perlakuanku ini. Aku melihat matanya terpejam pasrah tidak berdaya menahan keenakan  dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badan Frida tersentak, karena dia merasakan tanganku mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena rok panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya. Frida mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan untuk mencoba menghindari tanganku yang beroperasi di pahanya. Akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci olehku, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan oleh Frida adalah hanya mengerang. “Jaangan, jaangan …diterusin” suaranya terdengar semakin lemah saja. Melihat kondisi Frida seperti itu, Aku yang telah berpengalaman, yakin bahwa gadis ayu ini telah berada dalam genggamanku. Aktivitas tanganku makin kutingkatkan. Aku terus bermain-main di paha Frida yang mulus itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas hingga jariku menyentuh bibir memeknya. Segera badan Frida tersentak dan menjerit “Aahh…, jaannggaan!”. 
Mula-mula hanya ujung jari telunjukku yang mengelus-elus bibir memek Frida yang tertutup celana dalam. Akan tetapi, tak lama kemudian tangan kananku menarik celana dalam Frida dan memaksanya lepas dari pantatnya hingga meluncur ke antara kedua kaki Frida. Frida tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatanku ini. Sekarang Frida dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai celana dalam, kedua teteknya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka Frida yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar. Tanpa menyia-nyiakan waktu yang ada, Aku, dengan tetap mengunci kedua tangan Frida, mulai membuka kancing dan retsliting celanaku. Setelah itu aku melepaskan celana yang kukenakan sekaligus celana dalamku. Pada saat celana dalamku terlepas, kontolku yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Aku merenggangkan badannya hingga terlihat oleh Frida kontolku yang sedang mengangguk-angguk itu. Badan Frida tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat. Kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua pahaku. Dari mulutnya aku mendengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding. Aku menatap muka Frida yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Frida…”, gumamku mengagumi kecantikan Frida. Kemudian dengan lembut Aku menarik tubuh Frida yang lembut itu, sampai terduduk di pinggir meja. Sekarang Aku berdiri menghadap langsung ke arah Frida. Sambil memegang kedua paha Frida dan merentangkannya lebar-lebar, Aku membenamkan kepalaku di antara kedua pahanya. Mulut dan lidahku menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar memek Frida yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Frida hanya bisa memejamkan mata dan berteriak “Ooohh…, nikmatnya…, ooohh!”, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian. “Ooooohh…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya. “Mass…, aku tak tahan lagi…!”, Frida memelas sambil menggigit bibir. Tanganku yang melingkari kedua pantat Frida, kini kujulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua tetek Frida dengan sangat bernafsu. Menghadapi serangan bertubi-tubi yang kulancarkan, Frida benar-benar sangat kewalahan hingga memeknya telah sangat basah kuyup. “Maasss…, aakkhh…, aakkkhh!”, Frida mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepalaku untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya. Dijambaknya rambutku keras-keras. Aku melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Frida yang masih terduduk di tepi meja. Kutarik Frida dari atas meja dan kemudian aku gantian bersandar pada tepi meja. Kedua tanganku menekan bahu Frida ke bawah, sehingga sekarang posisi Frida berjongkok di antara kedua kakiku dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutlu. Frida sudah tahu apa yang kuinginkan, namun tanpa sempat berpikir lagi, tanganku telah meraih belakang kepala Frida dan kubawa mendekati kontolku. Tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari Frida, kepala kontolku telah terjepit di antara kedua bibir mungil Frida. Dengan terpaksa ia mencoba mengulum kontolku di dalam mulutnya. Ku lihat Frida bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan kontolku keluar masuk dalam mulutnya. Rasanya sangat seksi melihat gadis yang sudah telanjang tapi masih memakai jilbab sedang menyedot sebantang kontol. 

Berita Sex Malu malu mau

Beberapa saat kemudian Aku melepaskan diri, badannya yang ringan itu kubaringkan di atas meja dengan pantat di tepi meja. Aku mulai berusaha memasuki tubuh Frida. Tangan kananku menggenggam kontolku dan kugesek-gesekkan pada klitoris dan bibir memek Frida. Frida merintih-rintih kenikmatan hingga badannya tersentak-sentak. Aku terus berusaha menekan kontolku ke dalam memek Frida yang memang sudah sangat basah itu. Pelahan-lahan kepala kontolku menerobos masuk membelah bibir memek Frida. Dengan kasar dan tiba-tiba aku menekan pantatku kuat-kuat ke depan sehingga pinggulku menempel ketat pada pinggul Frida. Dengan tak kuasa menahan diri, dari mulut Frida terdengar jeritan halus tertahan, “Aduh!.., oh.., aahh”, disertai badannya yang tertekuk ke atas, kedua tangan Frida mencengkeram pinggangku dengan kuat. Beberapa saat kemudian aku mulai menggoyangkan pinggulku, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Frida berusaha memegang lenganku, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan kontolku pada memeknya. Giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Frida mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajahku, dengan takjub. Frida berusaha bernafas dan …:” “Mass…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara aku tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas. Frida sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Aku menggerakkan tubuhku. Gesekan demi gesekan diterima dinding lubang memeknya. Setiap kali aku menarik dan menekan kontolku klitoris Frida terjepit pada batang kontolku dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek oleh batang kontolku yang berurat itu. Hal ini menimbulkan perasaan geli yang dahsyat, hingga mengakibatkan seluruh badan Frida menggeliat dan terlonjak. Badannya sampai tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Aku  terus menyetubuhi Frida dengan cara itu. Sementara tanganku yang lain terus bermain-main dengan kedua tetek Frida secara bergantian. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, pantat dan kakinya mati rasa. Ia berusaha membuatku segera mencapai klimaks dengan memutar pantatnya dan menjepitkan pahanya, akan tetapi aku terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks. Ia memiringkan kepalanya, dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooh…, ooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang. Frida menekuk ibu jari kakinya dan membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya menggeliat, menjerit serak dan…, akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya. Orgasme itu diikuti dengan kekosongan yang melanda dirinya. Seluruh tubuhnya lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Frida terkulai lemas tak berdaya di atas meja, kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar. Kontolku masih terjepit di dalam lubang memeknya. 
Orgasme yang dialami Frida memberikanku kenikmatan yang hebat, kontolku yang masih terbenam dan terjepit di dalam lubang memek Frida merasakan suatu sensasi luar biasa. Kontolku serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruh bagian kontolku. Perasaanku seakan-akan menggila melihat Frida yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapanku dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir memek yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang kontolku. Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Aku membalik tubuh Frida yang telah lemas itu. Sekarang Frida setengah berdiri tertelungkup di meja dengan kaki terjurai ke lantai. Posisi pantatnya menungging ke arahku. Aku ingin melakukan doggy style, tanganku kini lebih leluasa meremas-remas kedua tetek Frida yang kini menggantung ke bawah. 
Dengan kedua kaki setengah tertekuk, secara perlahan-lahan aku menggosok-gosokkan kepala kontolku yang telah licin oleh lendir yang keluar dari dalam memek Frida. Aku menempatkan kepala kontolku pada bibir memek Frida dari belakang. Dengan sedikit dorongan, kontolku tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir memek Frida. Kedua tanganku memegang pinggul Frida dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan Frida tidak sejajar dengan meja lagi. Kedua tangannya bertumpu pada meja. Kedua kaki Frida dikaitkan pada pahaku. Kutarik pinggul Frida ke arahku, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan. “Oooooooh!”, keluhan panjang yang keluar dari mulut Frida kala kontolku menerobos masuk ke dalam lubang memeknya. Aku terus menekan pantatnya hingga perutku menempel ketat pada pantat Frida yang setengah terangkat. Aku memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mendesis-desis keenakan merasakan kontolku yang terjepit dan tergesek-gesek dalam lubang memek Frida yang ketat itu. Aku merubah posisi permainan, dengan duduk di kursi yang tidak berlengan dan Frida kutarik duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuanku. Aku menempatkan kontolku pada bibir memek Frida dan mendorongnya hingga kontolku masuk terjepit diantara memek Frida. Tangan kiriku memeluk pinggul Frida dan menariknya merapat pada badanku, secara perlahan-lahan tapi pasti kontolku menerobos masuk ke dalam memek Frida. Tangan kananku memeluk punggung Frida dan menekannya rapat-rapat. Kini badan Frida melekat pada badanku. Kepala Frida tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya. Dengan bebasnya mulutku bisa melumat bibir Frida yang agak basah terbuka itu. Frida mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar. Kontolku seakan mengaduk-aduk dalam memeknya sampai terasa di perutnya. Tak berselang kemudian, Frida merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. “Terus…, terus…, “, Frida tak peduli lagi dengan gerakannya yang brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih menahan rasa yang luar biasa itu. Ketika klimaks itu datang Frida tak peduli lagi, “Aaduuuh…, eeeehm”, Frida memekik lirih sambil menjambak rambutku dan memelukku dengan kencang. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuanku. Kemudian kembaliku gendong dan kuletakkan Frida di atas meja. Pantat Frida terletak pada tepi meja dan kedua kakinya terjulur ke lantai. Aku mengambil posisi diantara kedua paha Frida yang kutarik mengangkang. Tangan kananku menuntun kontolku ke dalam lubang memek Frida yang telah siap di depanku. Aku mendorong kontolku masuk ke dalam dan menekan badannya. 

Berita Sex Malu malu mau

Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya hingga tubuh Frida terkapar lemas di atas meja. Badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan kontolku. Frida benar-benar telah KO dan tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu. Kedua tangannya mencengkeram tepi meja untuk menjaga keseimbangannya. Aku sekarang merasakan suatu dorongan keras seakan-akan mendesak dari dalam kontolku. Aku mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…, terus”, pinggulku menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu. Dengan suatu lenguhan panjang, “Sssh…, ooooh!”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, aku merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maniku ke dalam memek Frida. Kurang lebih lima detik aku tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut. Seluruh tubuhku bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Pada saat yang bersamaan Frida yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan semprotan hangat air maniku yang menyiram ke seluruh rongga memeknya. Aku melihatnya lemas dengan jilbab yang sudah tidak karuan bentuknya lagi. Aku berkata, supaya lain kali dia pasrah saja dan tidak perlu melawan, aku melihatnya mengangguk sedih sambil menangis. Dalam hati aku berkata, maafkan aku Fa yang telah merenggut keperawananmu dan keesokan harinya pertemenan kita semakin dekakat dan dekat lagi dan kedepannya kita menetapkan untuk bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya

Selamat datang di ceritaporno17tahun.wordpress.com...
Situs yang jelas - jelas mengandung pornografi untuk anak di bawah umur 17+. Situs ini berisi cerita - cerita porno dari ribuan penulis berkualitas yang diposting secara profesional.

Blog Stats

  • 5,389,447 hits

Recent 100

Top Clicks

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: