Cerita Porno 17 Tahun

Pesta Sex Malam

Posted on: Februari 1, 2016

Perkenalkan namaku Desi, aku pengen menceritakan pengalaman seks pertamaku kepada kalian semua. Pengalaman yang tak pernah kulupakan, keperawananku terenggut saat pesta seks dengan teman-teman sekolah waktu SMA.

Pesta Sex Malam 
Sebelumnya aku akan ceritakan dulu siapa diriku kepada kalian. Hmm…menurut banyak orang, wajahku cantik sekali dengan kulit putih mulus dan tubuh seksi. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Aku sendiri tidak GR tapi aku merasa pria banyak yang ingin ngeseks denganku. Aku senang ja karena pada dasarnya aku juga senang ngeseks.
Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas Enam SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Selesai SMP tahun 1990, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan kampung rambutan, Jakarta Selatan.
Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Rika, Pungki dan Mei. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Rika. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar. Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Rika di Pondok Indah. Rumah Rika besar sekali dan punya kolam renang.
Di rumah Rika, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Rika, dengan cueknya Rika, Pungki dan Mei telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek.
Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Rika mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Mei berteriak ke arah saya..
“Gile, jembut Desi lebat banget
” Kontan Rika dan Pungki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu.
“Dicukur dong Desi, enggak malu tuh sama celana dalam?
” kata Pungki. “Gue belum pernah cukur jembut” jawabku.
“Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau
” kata Rika.
Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Rika. Pungki dan Mei tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Rika menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Rika masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.
“Kurang pendek, Desi. Abisin aja
” kata Rika.
“Nggak berani, takut lecet” jawabku.
“Sini gue bantuin” kata Rika. Rika lalu berjongkok di hadapanku.
Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Rika membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Rika menyentuh vaginaku. Dengan cepat Rika menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah kelaminku.
Tak terasa dalam waktu 5 menit, Rika telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.
“Bagus kan?” kata Rika.
Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Rika lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.
 “Desi, elo masih perawan ya?” kata Rika. “Iya, kok tau?” “Vagina elo rapat banget” kata Rika. Sekali-kali jari Rika membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Rika melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku.
“Ooh, Rika, geli ah
” Rika nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Rika dan Rika menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya.
“Memek kamu wangi”
“Jangan Vera” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat. Rika menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Rika di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Rika mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Rika berikutnya.
Dengan lembut tangan Rika membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Rika. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan.
Tetapi nikmatnya luar biasa. Rika mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Mei memanggil..
“Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak? ayo buruan
” Rika tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Rika. Oiya, orang tua Rika sedang keluar negeri sedangkan kakak Rika lagi keluar kota karenanya rumah Rika kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Rika membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Pungki dan Mei sudah tidak perawan sejak SMP.
Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Rika juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.
“Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6″ kata Mei.
“Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh
” kata Angky.
“Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Rido.
Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Rika, gue kan tau Rido cowok elo
” kata saya sambil tersenyum. “Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Mei juga horny
” kata Rika. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama. Di hari Senin setelah pulang sekolah, Rika menarik tangan saya.
“Eh Desi, beneran nih elo sering mikirin Rido?”
“Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?
” tanya saya.
“Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja
” kata Rika.
“Pernah kepikiran enggak mau ML?
” Rika kembali bertanya. “Hah? Dengan siapa?
” tanya saya terheran-heran.
“Dengan Rido. Semalam gue cerita ke Rido dan Rido mau aja ML dengan kamu”
 “Ah gila loe Vera
” jawab saya.
“Mau enggak?
” desak Rika.
“Terus kamu sendiri gimana?
” tanya saya dengan heran.
“Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?
” kata Rika.
“Ya boleh aja deh
” kata saya dengan deg-degan.
 “Mau sekarang di rumahku?
” kata Rika.
“Boleh”
Saya naik mobil Rika dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam.
Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Rika dan Rido muncul dari balkon kamar Rika. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.
“Halo Vita” kata Rido sambil tersenyum.
Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Rido memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Rido sendiri tinggi dan tegap. Rido masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan.
“Hayo, langsung aja. Jangan grogi
” kata Rika bagaikan germo. Rido lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku.
Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Rido dan kita berciuman saling berangkulan.
Saya melirik ke Rika dan saya melihat Rika sedang mengganti baju seragamnya ke daster.
Rido mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C.
Saya membuka BH-ku sehingga Rido dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Rido di selangkanganku. Rido lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur. Rido membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Rido yang besar.
Selama ini saya membayangkan kontol Rido dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kontol Rido yang berdiri tegak di depan mukaku. Rido menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu. Saya merasakan tangan Rido kembali memainkan vaginaku.
Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Rido dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Rika dan Rika ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Rido lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.
Saya agak bingung karena melihat Rika bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Rika kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Rika di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Rido yang sedang menyetubuhi Rika dalam posisi doggy style sedangkan Rika sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku. Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Rido yang ganteng sedang sibuk ngentot dengan Rika. Gairah wajah Rido membuat saya semakin horny.
Sekali-kali lidah Rika menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Rido ke tubuh Rika. Tidak berapa lama, Rido menjerit dengan keras sedangkan Rika tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Rido dikeluarkan dari vagina Rika. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur. Rido terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Rido dengan mata liar mendorong Rika ke samping lalu ia menghampiri diriku. Rido mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku.

Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Rido masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Rido yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Rika meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.

“Aduh, tunggu dong, sakit nih” keluh saya.
Rido mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. Kontol Rido terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Rido yang sangat besar.
Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Rido sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Rido menampar pantatku.
“Kamu diam aja, enggak usah bergerak
” katanya dengan galak.
“Jangan galak-galak dong, takut nih Desi
” kata Rika sambil tertawa. Saya ikut tertawa. Rika berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Rika menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.
Saya merasakan tangan Rido yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Rika membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Rika yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Rido mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali.
Rido mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Rika langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Rido. Saya melihat Rido meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Rika.
Saya melihat kontol Rido yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Rido tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Rido memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang. Setelah minum obat, Rido menyuruh Rika berbaring ditepi tempat tidur lalu Rido kembali ngentot dengan Rika dalam posisi missionary.
Rika memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Rika. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Rika. Saya menindih tubuh Rika tetapi karena kaki Rika sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Rika. Saya langsung mencium Rika dan Rika melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Rido menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku. Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Rido tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Rika menjerit dengan keras.
Tubuhnya mengejang saat air mani Rido kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Rika tetapi Rika memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Rido kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku. Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Rika tidak bisa menolak menerima kontol Rido. Rido kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku.
Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Rido dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kontol Rido keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Rika terus menerus mencium bibirku.
Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Rido ngentot dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Rido memenuhi vaginaku dan Rido berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras.
Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Rika dengan keras menikmati sensual dalam diriku. Rido lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Rika menyambutnya sambil mencium bibirnya.
Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Rido sedangkan Rika disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Rika. Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan.

Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya

Selamat datang di ceritaporno17tahun.wordpress.com...
Situs yang jelas - jelas mengandung pornografi untuk anak di bawah umur 17+. Situs ini berisi cerita - cerita porno dari ribuan penulis berkualitas yang diposting secara profesional.

Blog Stats

  • 5,389,447 hits

Recent 100

Top Clicks

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: